Konsep Kesenian - Kesenian merupakan hasil unsur kebudayaan
yang sudah sangat menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari. Coba kamu
bayangkan seandainya dalam kehidupan ini tidak ada kesenian, seperti musik, tari-tarian,
puisi atau seni pertunjukan, pasti kehidupan kita akan terasa kering, hampa dan
sangat menjemukan.
Dalam konteks sederhana, keseniaan adalah sesuatu yang
sifatnya menghibur. Namun lebih mendalam, kesenian menjadi alat atau sarana manusia
untuk mengekspresikan dirinya. Ekspresi timbul karena adanya pikiran dan
suasana kehidupan. Ekspresi yang timbul karena intensi pikiran misalnya konsep dan
struktur pikiran. Sedangkan ekspresi yang muncul karena suasana misalnya ketika
kamu sedang merasa bahagia karena akan dibelikan sepeda motor oleh orang tuamu.
Sepanjang hari mungkin kamu akan mengekspresikan suasana kegembiraan tersebut
dengan menyanyi atau tertawa ceria. Nah, dari penjelasan tersebut, apakah kamu
telah mendapatkan gambaran tentang konsep kesenian? Apa saja bentuk-bentuk
kesenian dan bagaimana perkembangan kesenian di Indonesia? Kamu akan mempelajarinya
berikut ini.
Pengertian Kesenian
Apakah pengertian atau definisi kesenian? Ada berbagai
definisi kesenian yang disajikan di sini. Kamu dapat menelaah satu persatu, kemudian
membuat definisi dengan bahasamu sendiri. Kata “seni” adalah sebuah kata yang
semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda.
Kata seni berasal dari kata ”sani” yang kurang lebih artinya ”jiwa yang luhur
atau ketulusan jiwa”. Menurut kajian ilmu di Eropa, seni disebut ”art”
(artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah
kegiatan. kesenian, seni rupa, seni sastra, seni musik, seni pertunjukan,
seniman, karya seni, tradisional, modern, apresiasi Dampak perkembangan seni di
Indonesia Bentuk seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan. Kesenian di
Indonesia Fungsi seni rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan. Hubungan karya seni
dengan seniman dan masyarakat.
Menurut Suharto Rijoatmojo dalam buku Ethnologie, kesenian adalah
segala sesuatu ciptaan manusia untuk memenuhi atau untuk menunjukkan rasa
keindahan. Keseniaan merupakan hasil dari unsur budaya manusia, yaitu rasa. Definisi
kesenian lainnya adalah menurut Alexander Alland, sebagaimana yang dituliskan
oleh Marvin Harris. Ia menyatakan bahwa kesenian adalah bermain dengan
menghasilkan bentuk transformasi representatif yang estetik. Pendapat
tersebut,dapat dijabarkan berikut ini. Bermain adalah kesenangan, aspek
aktivitas kepuasan yang tidak dapat diukur. Bentuk adalah bangunan yang dibentuk
pada waktu dan ruang bermain di dalam kesenian. Estetik adalah eksistensi
kapasitas manusia secara universal sebagai suatu apresiasi emosi dan
kesenangan. Adapun perwujudan transformasi adalah aspek komunikasi suatu kesenian.
Kesenian selalu mewakili sesuatu dan mengomunikasikan informasi. Komunikasi di
dalam kesenian berbeda dengan komunikasi lain. Komunikasi di dalam kesenian
harus diubah ke dalam bentuk kiasan atau pernyataan simbolik.
Kamu telah memahami berbagai pengertian kesenian. Lalu sejak
kapan kesenian ini muncul? Berdasarkan penelitian para ahli, seni atau karya
seni sudah ada kurang lebih sejak 60.000 tahun yang lalu. Bukti ini terdapat
pada dinding-dinding gua di Prancis Selatan. Buktinya berupa lukisan yang
berupa torehan-torehan pada dinding dengan menggunakan warna yang menggambarkan
kehidupan manusia purba. Artefak atau bukti ini mirip lukisan modern yang penuh
ekspresi. Hal ini dapat kita lihat dari kebebasan mengubah bentuk. Satu hal
yang membedakan antara karya seni manusia purba dengan manusia modern adalah
terletak pada tujuan penciptaannya. Manusia purba membuat karya seni atau
penanda kebudayaan sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan di sekitarnya.
Sedangkan manusia modern membuat karya seni atau penanda kebudayaan digunakan untuk
kepuasan pribadi dan menggambarkan kondisi lingkungannya. Dengan kata lain,
manusia modern adalah sosok yang ingin menemukan hal-hal yang baru dan mempunyai
cakrawala berpikir yang lebih luas.
Saat ini, kesenian terus berkembang seiring dengan
perkembangan kebudayaan manusia. Perkembangan kesenian juga sangat dipengaruhi oleh
perkembangan teknologi. Oleh karena itu, tidak heran apabila kamu menemukan
bidang-bidang seni baru.
Bentuk-Bentuk
Kesenian
Jenis atau bentuk kesenian apa saja yang biasa kamu nikmati
seharihari? Bagi kamu yang menyukai musik, mungkin kamu terbiasa mendengarkan
lagu-lagu dari radio, handphone, atau menonton konser musik penyanyi favorit
kamu. Dari siaran televisi, kamu juga biasa menikmati berbagai bentuk kesenian,
mulai dari film hingga pertunjukkan lawak. Mungkin, kamu juga pernah menonton
pameranpameran seni lukis dan kerajinan. Begitu banyak bentuk kesenian di sekitar
kita, mulai dari yang tradisional hingga kesenian kontemporer. Biasanya,
antropolog menyoroti seni sebagai suatu gejala kebudayaan, yaitu dengan aktivitas
menyusun katalog, memotret, mencatat, dan mendeskripsikan seluruh bentuk
kegiatan imajinatif pada suatu kebudayaan tertentu. Hasil imajinasi tersebut
adalah berbagai jenis seni seperti musik, tarian sosial, legenda, pakaian, selimut,
gaya tembikar, hiasan bangunan, monumen, dan lain-lain. Namun secara garis
besar, beberapa bentuk kesenian tersebut dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Seni Rupa
Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni yang
bisa ditangkap oleh mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan yang diberikan oleh
seni rupa merupakan hasil olahan dari konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna,
tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Secara kasar, terjemahan seni
rupa dalam bahasa Inggris adalah fine art.Namun, sesuai perkembangan seni modern
istilah ini menjadi lebih khusus kepada pengertian seni rupa murni. Hal ini
untuk membedakan dengan istilah seni kriya atau visual arts. Apabila dilihat
dari ukurannya, seni rupa dapat berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Seni
rupa dua dimensi terdiri atas satuan panjang dan lebar, misalnya lukisan atau
kartun. Sedangkan seni rupa tiga dimensi terdiri atas ukuran panjang, lebar,
dan tinggi misalnya patung dan kerajinan.
1) Bidang- Bidang
Seni Rupa
Bidang-bidang seni rupa terdiri atas:
- Seni Rupa Murni. Seni rupa murni adalah bidang seni rupa yang mengutamakan cipta, rasa dan karsa manusia pada sesuatu yang indah untuk mengekspresikan diri. Yang tergolong seni rupa murni antara lain seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi, seni keramik, seni film, dan seni fotografi.
- Seni Rupa Terapan (Seni Kriya). Seni rupa terapan adalah bidang seni rupa yang menciptakan karya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Yang tergolong seni kriya adalah kriya tekstil, kriya kayu, kriya keramik, dan kriya rotan.
- Desain. Seni rupa desain merupakan bidang seni rupa yang mempelajari rancang bangun atau bentuk suatu karya seni. Yang tergolong dalam seni rupa desain antara lain arsitektur, desain grafis, desain interior, desain busana, dan desain produk.
2) Fungsi Seni Rupa
Di depan telah dijelaskan bahwa dengan berkesenian, manusia
mampu mengekspresikan pikiran dan suasana lingkungan yang melingkupi dirinya.
Demikian pula dengan seni rupa, bidang seni rupa memiliki beberapa fungsi atau peranan
dalam kehidupan manusia, antara lain:
- Media atau sarana komunikasi.
- Media atau sarana mengekspresikan diri atau untuk mencapai kepuasan batin.
- Menambah keindahan barang-barang atau produk yang diciptakan manusia sehingga nilai ekonominya meningkat.
- Sebagai pelengkap kebutuhan hidup.
- Sebagai suatu kebanggaan pribadi atau individu.
b. Seni Sastra
Apakah kamu termasuk orang yang gemar membaca? Jenis bacaan apa
saja yang sering kamu nikmati? Banyak sekali manfaat yang kamu peroleh apabila
kamu rajin membaca. Kamu akan lebih tahu banyak hal dan dengan bekal pengetahuan
itu, kamu akan mudah menganalisis berbagai masalah dan mampu mencari solusinya.
Nah, apakah kamu dapat membedakan mana bacaan atau buku yang tergolong hasil
karya seni sastra dan bukan? Untuk mengetahuinya, kamu perlu memahami
pengertian seni sastra berikut ini.
1) Pengertian Seni
Sastra
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, sastra adalah
bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa
sehari-hari). Definisi kedua menurut kamus ini adalah karya tulis, yang jika
dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti
keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya. Istilah sastra
sendiri, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ”tulisan” atau ”karangan”.
Sastra biasanya diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah dan isi
yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur
pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Bentuk
fisik dari sastra disebut karya sastra. Penulis karya sastra disebut sastrawan.
Dalam Bahasa Indonesia, kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
”kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan
tertentu. Tetapi kata ”sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan,
apakah ini indah atau tidak.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi
sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini, sastra tidak banyak
berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk
mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Biasanya, kesusastraan dibagi
menurut daerah geografis atau bahasa lokal. Misalnya, kamu yang bersekolah di
Yogyakarta dan Jawa Tengah akan mempelajari sastra Jawa, teman-temanmu yang
bersekolah di Jawa barat akan mempelajari sastra Sunda, dan seterusnya. Dari
ketiga sumber di atas, arti kata sastra selalu mengarah pada inti yang sama
berikut ini. Menurutmu apakah setiap karya sastra harus bersifat mendidik?
- Sastra berupa bahasa, untaian kata-kata, gaya bahasa, ungkapan.
- Sastra tercurah dalam bentuk kitab, karya tulis, tulisan, karangan, lisan.
- Sastra bernilai seni, indah, artistik, asli sastra berisi ajaran, pendidikan, instruksi, dan pedoman.
2) Bidang Seni Sastra
Seni sastra tidak hanya berhubungan dengan tulisan tetapi dengan
bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Oleh karena itu, seni sastra bisa dibagi menjadi dua, yaitu:
- Seni Sastra Tulis. Sesuai namanya, seni sastra tulis merupakan bentuk karya sastra yang dituangkan dalam bentuk tulisan, yaitu kombinasi huruf yang mempunyai makna atau arti. Banyak sekali jenis seni sastra tulisan yang berkembang di masyarakat, misalnya dalam bentuk prosa, puisi, cerita fiksi, dan essai.
- Seni Sastra Lisan. Seni sastra lisan disampaikan dengan bahasa lisan , yaitu dengan dituturkan secara langsung kepada pendengar, dengan atau tanpa iringan musik tertentu.
3) Fungsi Seni Sastra
Seni sastra yang diwujudkan dalam bentuk karya sastra memiliki
beberapa fungsi penting dalam masyarakat, di antaranya:
- Sarana Menyampaikan Pesan Moral Sastrawan menulis karya sastra, antara lain untuk menyampaikan model kehidupan yang diidealkan dan ditampilkan dalam cerita lewat para tokoh. Dengan karya sastranya, sastrawan menawarkan pesan moral yang berhubungan dengan sifat-sifat luhur kemanusiaan, memperjuangkan hak dan martabat manusia. Sifat-sifat itu pada hakikatnya universal, artinya diyakini oleh semua manusia. Pembaca diharapkan dalam menghayati sifatsifat ini dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan nyata. Moral dalam karya sastra atau hikmah yang akan disampaikan oleh sastrawan selalu dalam pengertian yang baik karena pada awal mula semua karya sastra adalah baik. Jika dalam cerita ditampilkan sikap dan tingkah laku tokoh-tokoh yang tidak terpuji, baik mereka berlaku sebagai tokoh antagonis maupun protagonis, bukan berarti sastrawan menyarankan bertingkah laku demikian. Membaca diharapkan dapat mengambil hikmah sendiri dari cerita. Sesuatu yang baik justru akan lebih mencolok bila dikonfrontasikan dengan yang tidak baik.
- Sarana Menyampaikan Kritik. Seni sastra, terutama sastra tulisan dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik atas fenomena sosial maupun politik dalam masyarakat. Misalnya, novel atau puisi yang mengemukakan masalah kemiskinan, perbedaan gender Terlepas dari berbagai definisi yang disebutkan, kamu perlu mencoba mendefinisikan ulang apa itu sastra dan sastrawan secara sederhana. antara pria dan wanita, atau kesenjangan sosial. Melalui sastra, masyarakat pembaca menjadi berempati dan bersimpati yang pada akhirnya akan tergugah untuk berpartisipasi menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut.
- Menumbuhkan Rasa Nasionalisme dan Penghargaan terhadap Kebudayaan Daerah Sebagai bagian dari kebudayaan nasional, seni sastra Indonesia merupakan wahana ekspresi budaya dalam rangka upaya ikut memupuk kesadaran sejarah serta semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme dalam seni sastra tidak hanya aktual pada masa revolusi saja, tetapi di era globalisasi yang dapat mengancam sendi-sendi nasionalisme suatu bangsa.
Seni Pertunjukan
Dalam bahasa Inggris, seni pertunjukan dikenal dengan
istilah perfomance art.Seni pertunjukan merupakan bentuk seni yang cukup kompleks
karena merupakan gabungan antara berbagai bidang seni. Jika kamu perhatikan,
sebuah pertunjukan kesenian seperti teater atau sendratari biasanya terdiri
atas seni musik, dialog, kostum, panggung, pencahayaan, dan seni rias. Seni
pertunjukan sangat menonjolkan manusia sebagai aktor atau aktrisnya.
Seni pertunjukan dibagi dua yaitu seni pertunjukan
tradisional dan seni pertunjukan modern atau yang muncul belakangan ini. Apabila
dilihat dari perkembangannya akan terlihat bahwa seni pertunjukan tradisional
kalah berkembang dengan seni pertunjukan modern. Apabila tidak diantisipasi dengan
baik, bukan tidak mungkin seni pertunjukan tradisional tersebut akan hilang.
a. Seni Pertunjukan
Tradisional
Di dalam setiap pementasannya, beberapa bentuk kesenian tradisional
selalu membawa misi yang ingin disampaikan kepada penonton. Misi atau pesan itu
dapat bersifat sosial, politik, moral dan sebagainya. Sebenarnya dalam setiap
pertunjukan seni tradisional ada beberapa nilai tertentu yang dikandungnya.
Seni pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi, yaitu fungsi
ritual, fungsi pendidikan sebagai media tuntunan, fungsi atau media penerangan
atau kritik sosial dan fungsi hiburan atau tontonan.
Untuk memenuhi fungsi ritual, seni pertunjukan yang
ditampilkan biasanya masih berpijak pada aturan-aturan tradisi. Misalnya sesaji
sebelum pementasan wayang, ritual-ritual bersih desa dengan seni pertunjukan
dan sesaji tertentu, pantanganpantangan yang tidak boleh dilanggar selama
pertunjukan dan lain-lain. Sebagai media pendidikan, pertunjukan tradisional
mentransformasikan nilai-nilai budaya yang ada dalam seni pertunjukan
tradisional tersebut. Oleh karena itu, seorang seniman betul-betul dituntut
untuk dapat berperan semaksimal mungkin atas peran yang dibawakannya. Seni
pertunjukan tradisional (wayang kulit, wayang orang, ketoprak) sebenarnya sudah
mengandung media pendidikan pada hakikat seni pertunjukan itu sendiri, dalam
perwatakan tokoh-tokohnya dan juga dalam ceritanya. Misalnya pertentangan yang
baik dan yang buruk akan dimenangkan yang baik, kerukunan Pandawa, nilai-nilai
kesetiaan dan lain-lain.
Pada masa sekarang ini seni pertunjukan tradisional cukup
efektif pula sebagai media penerangan ataupun kritik sosial, baik dari
pemerintah atau dari rakyat. Misalnya pesan-pesan pembangunan, penyampaian informasi
dan lain-lain. Sebaliknya rakyat dapat mengkritik pimpinan atau pemerintah
secara tidak langsung misalnya lewat adegan goro-goro pada wayang atau dagelan
pada ketoprak. Hal ini disebabkan adanya anggapan mengkritik (lebih-lebih)
pimpinan atau atasan adalah “tabu”. Melalui sindiran atau guyonan dapat diungkap
tentang berbagai ketidakberesan yang ada, tanpa menyakiti orang lain. Sebagai
media tontonan seni pertunjukan tradisional harus dapat menghibur penonton,
menghilangkan stres dan menyenangkan hati. Sebagai tontonan atau hiburan seni
pertunjukan tradisional ini biasanya tidak ada kaitannya dengan upacara ritual.
Pertunjukan ini diselenggarakan benar-benar hanya untuk
hiburan misalnya tampil pada peringatan kelahiran, resepsi pernikahan dan
lain-lain. Seni pertunjukan tradisional sekarang ini keadaannya semakin memprihatinkan,
panggung hiburan gulung tikar karena ditinggal penonton sehingga tidak ada
pemasukan atau uang. Keadaan seniman yang hanya mengandalkan kehidupannya dari
sini tentu saja memprihatinkan. Agar tidak berlarut-larut harus dicari jalan
keluarnya. Keberadaan atau maju mundurnya seni pertunjukan tradisional
sebenarnya dipengaruhi dua hal yaitu seniman (pekerja/pelaku seni) dan
masyarakat pendukungnya.
b. Seni Pertunjukan
Modern
Contoh pertunjukan modern antara lain drama, opera, fragmen,
teater, dan film. Seni pertunjukan modern banyak ditampilkan di media
elektronik seperti televisi.
Seni Musik
Di dalam antropologi ada cabang ilmu khusus yang mempelajari
musik yaitu etnomusikologi. Etnomusikologi adalah cabang antropologi yang
mempelajari dan mengamati kesenian rakyat. Seni musik merupakan keterampilan
kreatif individual yang dapat dipupuk dan dapat merupakan kebanggaan seseorang karena
telah menciptakan atau memainkannya. Melalui musik, nasihat atau pesan dapat
disampaikan lebih mudah karena didengar atau diperdengarkan berulang kali.
Sifat nyanyian adalah didaktis, inspiratif, religius, politis, emosional, simbolis
dan mudah diingat. Musik memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Komunikasi secara merata melalui perasaan atau pengalaman hidup
- Menyampaikan nilai sebagai fungsi sosial
- Memberi inspirasi
- Menyampaikan nilai religius.[gs]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar